Salah satunya :
- orang yang gak suka akan kebahagiaan orang lain. spt membuat orang terluka
- Gak ada tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat
- kadang anak sebagai musuh, bahkan ilmu, bahasa dan pengalaman diambil sendiri, gak dishare ke anak
- Janji selalu berdusta
- Meninggalkan orang yang dikasih demi hidup bahagia bukan susah
Kita sebagai manusia pada dasarnya makhluk sosial sehingga kita merasa takut kehilangan, takut akan ditinggalkan, memerlukan kebersamaan dan sapaan dari orang lain. Kita takut akan perasaan kehilangan dalam hubungan pribadi, terlebih orang yang kita cintai atau kita butuhkan keberadaannya apalagi seorang pujaan hati yang cukup sabar dan mendengar segala keluh kesahnya bahkan mampu menghibur dan membuatnya tersenyum. jika hal ini tidak didapat. maka akan muncul sebuah permasalahan baru atau permasalahan yang berkelanjutan.
Sedangkan Permasalahan yang bertubi-tubi dan tak dapat ditanggani, akan mengalami bermacam-macam penyakit pisik dan psikologis, seperti, sakit kepala, nyeri punggung, darah tinggi, emosional, gampang tersinggung, bahkan depressi atau kehilangan keseimbangan emosional untuk sementara waktu atau lama. Karena Banyaknya pertimbangan sangatlah menentukan kepastian, harga diri, nilai dan pandangan dunia terhadap realitas yang ada. Sehingga sering membuat orang menjadi terombang ambing dan menjadi merasa 'gila. Meski memang bukan merupakan penyakit mental namun bisa berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan emosional seseorang bahkan berakibat kematian dini. Penaggulangannya yang baik dengan cara mengaktifkan atau mencari hubungan yang lebih berarti dan mengisi hari-hari yang ada dengan pekerjaan atau aktifitas yang menyenangkan. dan selalu yakin bahwa 'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dialah sebaik-baiknya pelindung.' (QS. Ali Imran :173).
Cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian, cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka terkadang terselip kekecewaan, kemarahan dan perih dihatinya.
atas semua suka maupun duka, kebahagiaan dan penderitaan, tangis dan tawa selalu dirasakan bersama, hingga kehawatiran itu menyelimuti hatinya, terlebih takut akan ditinggal. Sebenarnya jikalau cintanya kecil, luka kecilpun menjadi beban yang berat. Namun kalo kita memiliki cinta yang besar, luka sebesar apapun maka kita lebih kuat menanggung luka dan derita yang kita alami, maka jadikan cinta kita semakin kuat melewati berbagai ujian dan cobaan yang memang harus kita lalui untuk meraih keridhaan Allah.
karena dengan cara menjauhi Allah, bukan menemukan kembali apa yang hilang, yang terjadi malah sebaliknya, makin banyak kehilangan demi kehilangan hingga memilukan, Ditengah hatinya hancur, dengan ia semakin dekat dengan allah, maka ia telah menemukan secercah cahaya, karena hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dirinya bergantung & memohon pertolongan.
'Dan kembalilah engkau kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi' (QS. az-Zumar : 54).
Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila tertimpa musibah mengucapkan, 'Kami berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya (QS al-Baqarah (2) :155-156)
============== Ref : bantu M. Agus Syafii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
APA KOMENTAR ANDA DAN TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA?
( KOMENTAR ANDA SANGAT BERHARGA BAGI SAYA KHUSUSNYA )